Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2017

Ketika Masyarakat Memilih Untuk Tidak Memilih !!

Gambar
Sebagai seorang Mahasiswa Ilmu Sosial saya menyadari bahwa fenomena Golput merupakan sebuah fenomena yang tidak bisa terelakan dari Negara yang menganut sistem demokrasi.Pertanyaanya adalah apakah golput adalah suatu yang benar atau salah?Mari kita bahas bersama-sama. Dulu ketika saya masih semester awal,saya pernah mengikuti sebuah seminar tentang anti Golput.Inti seminarnya adalah mengajak para pemilih muda seperti mahasiswa untuk memilih dan menolak golput.Logika yang mereka pakai adalah,suara mahasiswa ini memiliki pengaruh pada pemilu. Jadi,logika yang mereka pakai kira kira begini “Jika anda golput,maka suara mutlak yang ada justru akan beralih pada mereka yang menggunakan uang untuk menggerakan massa.Anda sebagai mahasiswa dapat membendungnya dengan memberikan suara pada mereka yang lebih jujur ”. Argumen-argumen semacam ini masih ditambah dengan argument seperti “ Jika dalam keranjang hanya ada apel busuk,maka akankah lebih baik jika kita memilih apel yang tida

Negara Tempe Tapi Impor Kedelai?Naah Lho

Gambar
Mungkin kini saatnya kita berfikir ulang ketika akan mengkonsumsi tahu dan tempe.Bagaimana tidak,makanan yang katanya makanan rakyat itu sendiri ternyata tidak lagi merakyat.Apa pasal?karena ternyata sebagian besar kebutuhan kedelai nasional kita berasal dari impor. Kalo dulu orang-orang kampung sering ngeledek saya karena suka makan roti maka mungkin sekarang ledekan itu saya kembalikan.Dulu orang suka makan roti sering disebut Londo (sok kebarat-baratan),gak nasionalis dan sok modern.Well,sekarangpun masih demikian,tapi orang yang makan tempe tahu juga kurang nasionalis lho. Menurut data yang dikutip dari berita Detik.com tertanggal 20 September 2013 terlihat bahwa “ Indonesia sampai saat ini masih ketergantungan impor kedelai. Dari total kebutuhan kedelai sebesar 2,5 juta ton\/tahun, produksi kedelai di tanah air hanya bisa mencukupi 700-800 ribu ton\/tahun. ” Dengan kata lain,kebutuhan konsumsi kedelai yang bisa dipenuhi oleh Negara ini hanyalah sebesar 32 persen sa